Menyusui dan Ibu Bekerja (Nursing for Working Mom)

Published September 12, 2012 by Mom Ciput

Mau sedikit cerita aja, mumpung masih inget, mudah-mudahan pengalaman pribadi ini bisa membantu para Ibu bekerja lainnya.

Saat menulis cerita ini saya sudah memiliki 3 anak perempuan (alhamdulillah). Sejak anak pertama lahir (2005) saya sudah memiliki tekad untuk bisa memberikan ASI eksklusif 6 bulan dan kalau bisa sampai 2 tahun. Saya bekerja di perusahaan swasta yang banyak ibu-ibunya juga memberikan asi (walaupun terminologi asi eksklusif 6 bulan saat itu belum umum).

Dengan berbekal bacaan, dorongan dari suami khususnya, alhamdulillah saya berhasil memberikan ASI eksklusif bahkan sampai 2 tahun (anak pertama dan kedua, yang ketiga masih 1,5 tahun)

Berbagi tips aja ya Mom:

1. Tekad haruuuuusssss kuat (duuh itu dibuat agak lebay krn emang ini modalnya). Minta dukungan suami dan keluarga (ibu, mertua, dan keluarga tempat tinggal).

2. Bekali dengan ilmu, banyak browsing, atau bertanya ke teman-teman kantor yang sudah berhasil memberikan ASI eksklusif.

3. Pilih rumah sakit pada saat melahirkan yang ASI friendly, kalau bisa pilih juga Dr anak yang mendampingin kelahiran yg ASI friendly juga. Konsultasikan dengan dokter kandungan bahwa kita mau IMD (Inisiasi Menyusui Dini). IMD penting untuk terutama yang baru pertama kali melahirkan.

4. Kira-kira usia kandungan 7-8 bulan, datangi pusat LAKTASI untuk konsultasi mengenai cara menyusui, merawat payudara biar gak lecet, cara memerah ASI, dll. Pusat Laktasi bukan hanya untuk yg sudah melahirkan, tapi juga yg sedang mempersiapkan kelahiran.

5. Rawat payudara dan siapkan untuk menyusui. Hal ini diajarkan di pusat Laktasi. Karena biasanya banyak yang menyerah karena kondisi puting lecet dimana ini bisa dihindari dengan perawatan khusus.

6. Jangan malas menyusui ya Mom. Setiap 2 jam sekali minimum, walaupun bayi kita suka tidur. Ini untuk merangsang.

7. Nah ini yang paling sulit. Mempersiapkan masuk bekerja. Kebetulan saya diperbolehkan mengambil cuti melahirkan mepet sehingga bisa 3 bulan di rumah. Tapi saya ingin share cara mengumpulkan dan menyimpan ASI. Setelah terbiasa menyusui sekitar 2 minggu, kita bisa mulai mencoba memerah ASI. Bisa menggunakan tangan atau pompa. Biar sedikit tapi harus dicoba. Coba untuk mulai mengumpulkan ASI perah (ASIP) dan masukkan ke dalam botol kaca atau bpa Free dan diberi label tanggal masukkan ke dalam freezer.

Sharing aja nih Mom, waktu anak pertama saya mengumpulkan 20 botol sebelum bekerja dannnnnn baru dapet 1 bulan kerja (anak umur 4 bulan) udah mulai kejar tayang karena stok tinggal 1 atau 2. Nah ini bikin stress nih, dimana kalau stress yang ada ASI gak keluar. Begitu anak ke2 saya coba 30 botol, kok ternyata gak ngejar juga, yah lumayan sih tapi masih deg-degan untuk sampe 6 bulan. Begitu anak ke3 saya langsung nyimpen 50 botol (mulai dari 2 minggu melahirkan) dan alhamdulillah, sampe umur 1,5 tahun ini, stok saya tidak pernah tekor, selalu ada gak kejar tayang sampe melek tengah malam kayak dulu. Bahkan waktu anak ke3 usia 11 bulan saya sempet roadshop keliling Indonesia tanpa takut kekurangan ASI (masih full ASIP + makanan aja).

Sooo, jangan lupa ya Mom, tekad harus kuat, minta dukungan suami. Mommy pasti bisa. Lakukan demi hak Anak dan supaya Anak lebih sehat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: